Ancaman Negara Karena Gagal Faham Geopolitik

Bagaimana Cara Mencetak Lebih Banyak Orang Kaya
May 9, 2014

Ancaman Negara Karena Gagal Faham Geopolitik

Dengan 1,3 milyar penduduk, Negara china memiliki beban pangan dan beban hidup yang sangat besar. 70% populasi china adalah di sebelah timur continental wilayahnya. Sama dengan Indonesia yang juga 70% populasinya ada di pulau jawa.

Di Negara lain, 4,5% penduduk dunia adalah warga Negara amerika atau sejumlah 350 juta jiwa saat ini populasinya. Amerika adalah Negara terkaya karena menguasai 55% GDP (world wealth) dunia adalah warga amerika.

Dari 2 macam Negara tersebut, ada hal yang jelas kita fahami. Baik amerika ataupun china, keduanya memiliki “nation interest” yang jelas. Warnanya jelas, jenis kelaminnya jelas, maunya jelas. Bahkan bukan saja rakyat nya tahu “mau nya apa” amerika atau china itu, tetapi semua orang di dunia seakan tahu “apa maunya kedua Negara itu”?.

Sekarang saya tanya, apa nation interestnya china? Apa nation interestnya amerika? Gagal faham akan interest Negara besar tersebut, gagal juga kita mengelola Negara kita ini.

Mengapa gagal faham geopolitik dua Negara ini membuat kegagalan mengelola Negara sendiri? ok, nanti ada sambungannya. Atau ada yang sudah tahu?

Begini korelasinya, nation interest sebuah Negara bisa jadi NATION THREAT buat bangsa lain. karena itu saya wanti-wanti, Indonesia kenalkah atau punyakah nation interest bangsanya sendiri? jangan jangan ngak jelas Indonesia ini mau kemana. Gak ada nation interestnya? Atau ada tapi “berbahaya”.

Amanah undang-undang 45 jelas, tujuan bernegara jelas, namun pengelola Negara faham kah? Rakyatnya sekarang faham kah?

Saya sederhanakan lagi, fahamkah bahwa “infrastruktur” yang di bangun pak jokowi adalah nation interest pemerintahannya yang menjadi “nation threat” Negara lain? siapa yang terancam kalau Indonesia makmur atau kuat? Bisakah menjawab hal ini?

Inilah hal yang saya geluti sejak tahun 1999 hingga saat ini. Sekali lagi saya ini ngak ada apa-apanya dalam organisasi tersebut, namun banyak hal saya belajar bahwa apa yang dilakukan sebuah pemerintahan, kalau tidak faham geopolitik akan berakibat buruk bagi negaranya.

Makanya sebelum saya menulis tentang geopolitik dan geostrategic berseri, saya tanyakan tentang pemahaman nation interest, pemahaman bela Negara dan pemahaman negarawan dengan dua tulisan sebelum tulisan ini yang menanyakan tentang nation interest dan nation threat.

Agar lebih mudahmencerna informasi geopolitik dan geostrategic Sekarang kita ke Freeport.

Entah ide dari mana tahu-tahu pemerintahan pak Jokowi berminat mengusai mayoritas saham Freeport, perusahaan tambang tembaga yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun di Indonesia.

Sebuah tambang yang mulai memasuki tambang dalam dimana dahulu hanya menggunakan tambang permukaan hingga medium mine. Kedepan akan melakukan tambang dalam, lebih dari 1Km bewah permukaan tanah dengan tunnel atau terowongan akan di bangun lebih dari 300 KM di bawah tanah.

Bayangkan ada jalanan berupa terowongan di dalam bumi panjangnya Jakarta Cirebon!!!

Sedikit di dunia ini yang menguasai tambang dalam. Dan Indonesia ingin mabil Freeport dan menambang tambang dalam. Wuiiii, hebat pisan lah. Walau di dunia hanya ada 2 perusahaan yang bisa melakukannya dengan investasi besar sekali, bisa lebih dari 15-20 Billion dolar investasi atau 15% an dari APBN Indonesia. Sekali lagi entah ide dari mana sehingga pak Jokowi terpesona dengan ide tersebut dan “ambil Freeport” mayoritas.

Pokoknya keren deh idenya.

Lalu 3 BUMN di imbrengkan dan cari dana di eropa baru-baru ini. Ternyata di tolak mentah-mentah alias tidak ada satupun yang mau membiayai BUMN yang akan ambil alih Freeport itu. Duh, malu banget itu muka mau taro di mana, wahai ibu rinso dan team. Ngaca dulu dong lain kali.

Mereka tidak menilai asset jaminan BUMN teresebut, mereka minta “souverign guarantee” jaminan Negara. Ya mana mau lah ibu sri mul. Gila apa rinso?!

Lalu muter lewat participant interestnya rio tinto. Jiaaah, bener –bener norak ini cara ambil Freeport. Guling sana, guling sini.

Saya kasihan mendiamkan terus, ya sudah saya bantu sekarang. Biar para cebonger ngak nganggap kita hanya tukang kritik, kita kasih solusi.

Begini melihatnya. Pertama, mengapa saham freeprot mc morran naik? Salah satu artinya, Freeport ngak mau di beli murah, harus harga premium. Dimahalin setinggi tingginya. Lalu, mengapa team arbitrase internasional semua bela Freeport tidak ada yang mau di “hire” pemerintah Indonesia? Ok, sebaiknya anda jawab sendiri siapa yang bermain dan bagaimana memainkannya?

Mengapa mereka meminta “souverign gurantee”?

Dari berbagai informasi kita ringkas menjadi 3 pendekatan dari kacamata amerika. Ada 3 analisa utama: satu, Freeport ini barang “busuk” mau di jual mahal dengan “kuncian” dan “dandanan” sana sini. Kedua, Freeport ini barang bagus secara ekonomi, dan mau di lepas dengan harga super premium, toh nanti ngak bisa mengerjakan tambangnya seperti batu hijau Newmont setelah itu di jual murah dan di ambil balik lagi.

Ketiga barang ini barang sangat strategis. Jadi bukan economic approach melihatnya tetapi strategic approach. Freeport ternyata bukan coppernya, bukan goldnya yang penting tetapi mengandung uranium nya yang menjadi strategic.

Dan benarlah grassberg adalah tambang uranium terbesar didunia sehingga kalau lepas ke Indonesia apa lagi akan di berikan ke china yang terang-terangan di belakang indonesianya maka kendali “nuklir” dunia bisa berubah. Jadi “by all mean” amerika akan tidak mau melepas Freeport. Sehingga PP1 2017 ESDM, LBP, Jonan dan pemerintahan Jokowi adalah “nation threat” bagi amerika. Mungkinkah?

Kita melompat sebentar kepelajaran mendasar tentang “warfare”. “Instability” di sebuah kawasan adalah “product” operasi intelijen. Ketidak stabilan gonjang ganjing di sebuah wilayah adalah “sebuah operasi” intelijen. Tidak mungkin tdiak ada perancangnya dan tidak mungkin tidak bertujuan.

Ok, ini pastu mulai membuat pusing kepala sahabat semua, saya teruskan ya. Saat ini dunia tidak lagi membicarakan “perang” tetapi membicarakan “conflict”. Conflict ini di bagi dua. Satu, intra conflict (kekisruah di dalam negeri) dan inter conflict (kisruh dnegan luar negeri). Indonesia saat ini banyak “intra” conflict konflik di dalam negeri sendiri sesame anak negeri. Dan ini “product “sebuah operasi intelijen, pasti.

Baik sabar ya jangan langsung point finger, sabar sebentar. Pelajarannya baru mulai.

Jadi apa yang perlu di catat? Yang di catat adalah bahwa pada saat ini terjadi “changing character of conflict” di seluruh dunia.

Apa yang berubah? Pertama, yang berubah adalah “battle field” nya medan perangnya. Dari battle gound menjadi battle space. Dari medan perang, menjadi ruang perang. Ini semua beragam sehingga kita menyebutnya dengan nama “beyond tradisional battle field”.

Apa misalnya? Terjadinya “irregular warfare capabilities”. Seperti legal warfare, narco warfare dan banyak lagi.

Kita awam dan bingung dengan pergeseran bentuk perang ini, dan Freeport jelas-jelas dipersenjatai dengan “legal warfare” secara mutlak oleh pemerintah amerika.

Karena kapasitas perang china meningkat maka china juga melakukan maneuver baru yaitu dengan strategi colonialization 5th , kolonilisasi tahap 5. Ini bentuk non military warfare yang merupakan bagian dari” irregular warfare capabilities” yang di lakukan oleh china seperti di morowali. Itu wilayah Indonesia apa wilayah china jadinya sekarang? Sebaiknya tanya LBP deh urusan ini. sukses ya colinialisasi tahap 5Th nya. Saluuut.

Pak, itu smelter nickel ada di wilayah china apa Indonesia sih? Kok bendera china, warga china dan kita tidak mengerti strategi perang colonialization 5th grade ini. gitu kira-kira kita tanya nya? Setuju? Berani? Saya mah berani saja orang namanya juga si sontoloyo? Wahai LBP jawab hahaha.

Bagi amerika, semua asset, warga, barang milik amreika diluar amerika adalah instrument perang militer, military instrument warfare amerika. Bagi china, semua di luar china milik china adalah “instrument perang ekonomi” china.

Sejauh ini Indonesia hanya bengong saja ngak ngerti, “wondering what happen”.

Saya tanya ulang kepada seleuruh insan Indonesia tentang ke “nation interest” Indonesia mengambil Freeport dan di caploknya nickel morowali. Ini political gambit yang salah baca geopolitik atau ini economic gambit yang blunder?

Pasti pusing baca pelajaran geopolotik ini ya sahabat? Bener khan saya bilang pelajaran seperti ini, sangat sangat sangat tidak penting khan? Peminatnya sedikit sekali, sangat sedikit. Bahkan jauh lebih sedikit dari tulisan saya tentang ekonomi. Bener khan ya? Apa masih perlu di teruskan atau ganti topic yang popular saja?

Dengan 1,3 milyar penduduk, Negara china memiliki beban pangan dan beban hidup yang sangat besar. 70% populasi china adalah di sebelah timur continental wilayahnya. Sama dengan Indonesia yang juga 70% populasinya ada di pulau jawa.

Di Negara lain, 4,5% penduduk dunia adalah warga Negara amerika atau sejumlah 350 juta jiwa saat ini populasinya. Amerika adalah Negara terkaya karena menguasai 55% GDP (world wealth) dunia adalah warga amerika.

Dari 2 macam Negara tersebut, ada hal yang jelas kita fahami. Baik amerika ataupun china, keduanya memiliki “nation interest” yang jelas. Warnanya jelas, jenis kelaminnya jelas, maunya jelas. Bahkan bukan saja rakyat nya tahu “mau nya apa” amerika atau china itu, tetapi semua orang di dunia seakan tahu “apa maunya kedua Negara itu”?.

Sekarang saya tanya, apa nation interestnya china? Apa nation interestnya amerika? Gagal faham akan interest Negara besar tersebut, gagal juga kita mengelola Negara kita ini.

Mengapa gagal faham geopolitik dua Negara ini membuat kegagalan mengelola Negara sendiri? ok, nanti ada sambungannya. Atau ada yang sudah tahu?

Begini korelasinya, nation interest sebuah Negara bisa jadi NATION THREAT buat bangsa lain. karena itu saya wanti-wanti, Indonesia kenalkah atau punyakah nation interest bangsanya sendiri? jangan jangan ngak jelas Indonesia ini mau kemana. Gak ada nation interestnya? Atau ada tapi “berbahaya”.

Amanah undang-undang 45 jelas, tujuan bernegara jelas, namun pengelola Negara faham kah? Rakyatnya sekarang faham kah?

Saya sederhanakan lagi, fahamkah bahwa “infrastruktur” yang di bangun pak jokowi adalah nation interest pemerintahannya yang menjadi “nation threat” Negara lain? siapa yang terancam kalau Indonesia makmur atau kuat? Bisakah menjawab hal ini?

Inilah hal yang saya geluti sejak tahun 1999 hingga saat ini. Sekali lagi saya ini ngak ada apa-apanya dalam organisasi tersebut, namun banyak hal saya belajar bahwa apa yang dilakukan sebuah pemerintahan, kalau tidak faham geopolitik akan berakibat buruk bagi negaranya.

Makanya sebelum saya menulis tentang geopolitik dan geostrategic berseri, saya tanyakan tentang pemahaman nation interest, pemahaman bela Negara dan pemahaman negarawan dengan dua tulisan sebelum tulisan ini yang menanyakan tentang nation interest dan nation threat.

Agar lebih mudahmencerna informasi geopolitik dan geostrategic Sekarang kita ke Freeport.

Entah ide dari mana tahu-tahu pemerintahan pak Jokowi berminat mengusai mayoritas saham Freeport, perusahaan tambang tembaga yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun di Indonesia.

Sebuah tambang yang mulai memasuki tambang dalam dimana dahulu hanya menggunakan tambang permukaan hingga medium mine. Kedepan akan melakukan tambang dalam, lebih dari 1Km bewah permukaan tanah dengan tunnel atau terowongan akan di bangun lebih dari 300 KM di bawah tanah.

Bayangkan ada jalanan berupa terowongan di dalam bumi panjangnya Jakarta Cirebon!!!

Sedikit di dunia ini yang menguasai tambang dalam. Dan Indonesia ingin mabil Freeport dan menambang tambang dalam. Wuiiii, hebat pisan lah. Walau di dunia hanya ada 2 perusahaan yang bisa melakukannya dengan investasi besar sekali, bisa lebih dari 15-20 Billion dolar investasi atau 15% an dari APBN Indonesia. Sekali lagi entah ide dari mana sehingga pak Jokowi terpesona dengan ide tersebut dan “ambil Freeport” mayoritas.

Pokoknya keren deh idenya.

Lalu 3 BUMN di imbrengkan dan cari dana di eropa baru-baru ini. Ternyata di tolak mentah-mentah alias tidak ada satupun yang mau membiayai BUMN yang akan ambil alih Freeport itu. Duh, malu banget itu muka mau taro di mana, wahai ibu rinso dan team. Ngaca dulu dong lain kali.

Mereka tidak menilai asset jaminan BUMN teresebut, mereka minta “souverign guarantee” jaminan Negara. Ya mana mau lah ibu sri mul. Gila apa rinso?!

Lalu muter lewat participant interestnya rio tinto. Jiaaah, bener –bener norak ini cara ambil Freeport. Guling sana, guling sini.

Saya kasihan mendiamkan terus, ya sudah saya bantu sekarang. Biar para cebonger ngak nganggap kita hanya tukang kritik, kita kasih solusi.

Begini melihatnya. Pertama, mengapa saham freeprot mc morran naik? Salah satu artinya, Freeport ngak mau di beli murah, harus harga premium. Dimahalin setinggi tingginya. Lalu, mengapa team arbitrase internasional semua bela Freeport tidak ada yang mau di “hire” pemerintah Indonesia? Ok, sebaiknya anda jawab sendiri siapa yang bermain dan bagaimana memainkannya?

Mengapa mereka meminta “souverign gurantee”?

Dari berbagai informasi kita ringkas menjadi 3 pendekatan dari kacamata amerika. Ada 3 analisa utama: satu, Freeport ini barang “busuk” mau di jual mahal dengan “kuncian” dan “dandanan” sana sini. Kedua, Freeport ini barang bagus secara ekonomi, dan mau di lepas dengan harga super premium, toh nanti ngak bisa mengerjakan tambangnya seperti batu hijau Newmont setelah itu di jual murah dan di ambil balik lagi.

Ketiga barang ini barang sangat strategis. Jadi bukan economic approach melihatnya tetapi strategic approach. Freeport ternyata bukan coppernya, bukan goldnya yang penting tetapi mengandung uranium nya yang menjadi strategic.

Dan benarlah grassberg adalah tambang uranium terbesar didunia sehingga kalau lepas ke Indonesia apa lagi akan di berikan ke china yang terang-terangan di belakang indonesianya maka kendali “nuklir” dunia bisa berubah. Jadi “by all mean” amerika akan tidak mau melepas Freeport. Sehingga PP1 2017 ESDM, LBP, Jonan dan pemerintahan Jokowi adalah “nation threat” bagi amerika. Mungkinkah?

Kita melompat sebentar kepelajaran mendasar tentang “warfare”. “Instability” di sebuah kawasan adalah “product” operasi intelijen. Ketidak stabilan gonjang ganjing di sebuah wilayah adalah “sebuah operasi” intelijen. Tidak mungkin tdiak ada perancangnya dan tidak mungkin tidak bertujuan.

Ok, ini pastu mulai membuat pusing kepala sahabat semua, saya teruskan ya. Saat ini dunia tidak lagi membicarakan “perang” tetapi membicarakan “conflict”. Conflict ini di bagi dua. Satu, intra conflict (kekisruah di dalam negeri) dan inter conflict (kisruh dnegan luar negeri). Indonesia saat ini banyak “intra” conflict konflik di dalam negeri sendiri sesame anak negeri. Dan ini “product “sebuah operasi intelijen, pasti.

Baik sabar ya jangan langsung point finger, sabar sebentar. Pelajarannya baru mulai.

Jadi apa yang perlu di catat? Yang di catat adalah bahwa pada saat ini terjadi “changing character of conflict” di seluruh dunia.

Apa yang berubah? Pertama, yang berubah adalah “battle field” nya medan perangnya. Dari battle gound menjadi battle space. Dari medan perang, menjadi ruang perang. Ini semua beragam sehingga kita menyebutnya dengan nama “beyond tradisional battle field”.

Apa misalnya? Terjadinya “irregular warfare capabilities”. Seperti legal warfare, narco warfare dan banyak lagi.

Kita awam dan bingung dengan pergeseran bentuk perang ini, dan Freeport jelas-jelas dipersenjatai dengan “legal warfare” secara mutlak oleh pemerintah amerika.

Karena kapasitas perang china meningkat maka china juga melakukan maneuver baru yaitu dengan strategi colonialization 5th , kolonilisasi tahap 5. Ini bentuk non military warfare yang merupakan bagian dari” irregular warfare capabilities” yang di lakukan oleh china seperti di morowali. Itu wilayah Indonesia apa wilayah china jadinya sekarang? Sebaiknya tanya LBP deh urusan ini. sukses ya colinialisasi tahap 5Th nya. Saluuut.

Pak, itu smelter nickel ada di wilayah china apa Indonesia sih? Kok bendera china, warga china dan kita tidak mengerti strategi perang colonialization 5th grade ini. gitu kira-kira kita tanya nya? Setuju? Berani? Saya mah berani saja orang namanya juga si sontoloyo? Wahai LBP jawab hahaha.

Bagi amerika, semua asset, warga, barang milik amreika diluar amerika adalah instrument perang militer, military instrument warfare amerika. Bagi china, semua di luar china milik china adalah “instrument perang ekonomi” china.

Sejauh ini Indonesia hanya bengong saja ngak ngerti, “wondering what happen”.

Saya tanya ulang kepada seleuruh insan Indonesia tentang ke “nation interest” Indonesia mengambil Freeport dan di caploknya nickel morowali. Ini political gambit yang salah baca geopolitik atau ini economic gambit yang blunder?

Pasti pusing baca pelajaran geopolotik ini ya sahabat? Bener khan saya bilang pelajaran seperti ini, sangat sangat sangat tidak penting khan? Peminatnya sedikit sekali, sangat sedikit. Bahkan jauh lebih sedikit dari tulisan saya tentang ekonomi. Bener khan ya? Apa masih perlu di teruskan atau ganti topic yang popular saja?

Di Negara lain, 4,5% penduduk dunia adalah warga Negara amerika atau sejumlah 350 juta jiwa saat ini populasinya. Amerika adalah Negara terkaya karena menguasai 55% GDP (world wealth) dunia adalah warga amerika.

Dari 2 macam Negara tersebut, ada hal yang jelas kita fahami. Baik amerika ataupun china, keduanya memiliki “nation interest” yang jelas. Warnanya jelas, jenis kelaminnya jelas, maunya jelas. Bahkan bukan saja rakyat nya tahu “mau nya apa” amerika atau china itu, tetapi semua orang di dunia seakan tahu “apa maunya kedua Negara itu”?.

Sekarang saya tanya, apa nation interestnya china? Apa nation interestnya amerika? Gagal faham akan interest Negara besar tersebut, gagal juga kita mengelola Negara kita ini.

Mengapa gagal faham geopolitik dua Negara ini membuat kegagalan mengelola Negara sendiri? ok, nanti ada sambungannya. Atau ada yang sudah tahu?

Begini korelasinya, nation interest sebuah Negara bisa jadi NATION THREAT buat bangsa lain. karena itu saya wanti-wanti, Indonesia kenalkah atau punyakah nation interest bangsanya sendiri? jangan jangan ngak jelas Indonesia ini mau kemana. Gak ada nation interestnya? Atau ada tapi “berbahaya”.

Amanah undang-undang 45 jelas, tujuan bernegara jelas, namun pengelola Negara faham kah? Rakyatnya sekarang faham kah?

Saya sederhanakan lagi, fahamkah bahwa “infrastruktur” yang di bangun pak jokowi adalah nation interest pemerintahannya yang menjadi “nation threat” Negara lain? siapa yang terancam kalau Indonesia makmur atau kuat? Bisakah menjawab hal ini?

Inilah hal yang saya geluti sejak tahun 1999 hingga saat ini. Sekali lagi saya ini ngak ada apa-apanya dalam organisasi tersebut, namun banyak hal saya belajar bahwa apa yang dilakukan sebuah pemerintahan, kalau tidak faham geopolitik akan berakibat buruk bagi negaranya.

Makanya sebelum saya menulis tentang geopolitik dan geostrategic berseri, saya tanyakan tentang pemahaman nation interest, pemahaman bela Negara dan pemahaman negarawan dengan dua tulisan sebelum tulisan ini yang menanyakan tentang nation interest dan nation threat.

Agar lebih mudahmencerna informasi geopolitik dan geostrategic Sekarang kita ke Freeport.

Entah ide dari mana tahu-tahu pemerintahan pak Jokowi berminat mengusai mayoritas saham Freeport, perusahaan tambang tembaga yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun di Indonesia.

Sebuah tambang yang mulai memasuki tambang dalam dimana dahulu hanya menggunakan tambang permukaan hingga medium mine. Kedepan akan melakukan tambang dalam, lebih dari 1Km bewah permukaan tanah dengan tunnel atau terowongan akan di bangun lebih dari 300 KM di bawah tanah.

Bayangkan ada jalanan berupa terowongan di dalam bumi panjangnya Jakarta Cirebon!!!

Sedikit di dunia ini yang menguasai tambang dalam. Dan Indonesia ingin mabil Freeport dan menambang tambang dalam. Wuiiii, hebat pisan lah. Walau di dunia hanya ada 2 perusahaan yang bisa melakukannya dengan investasi besar sekali, bisa lebih dari 15-20 Billion dolar investasi atau 15% an dari APBN Indonesia. Sekali lagi entah ide dari mana sehingga pak Jokowi terpesona dengan ide tersebut dan “ambil Freeport” mayoritas.

Pokoknya keren deh idenya.

Lalu 3 BUMN di imbrengkan dan cari dana di eropa baru-baru ini. Ternyata di tolak mentah-mentah alias tidak ada satupun yang mau membiayai BUMN yang akan ambil alih Freeport itu. Duh, malu banget itu muka mau taro di mana, wahai ibu rinso dan team. Ngaca dulu dong lain kali.

Mereka tidak menilai asset jaminan BUMN teresebut, mereka minta “souverign guarantee” jaminan Negara. Ya mana mau lah ibu sri mul. Gila apa rinso?!

Lalu muter lewat participant interestnya rio tinto. Jiaaah, bener –bener norak ini cara ambil Freeport. Guling sana, guling sini.

Saya kasihan mendiamkan terus, ya sudah saya bantu sekarang. Biar para cebonger ngak nganggap kita hanya tukang kritik, kita kasih solusi.

Begini melihatnya. Pertama, mengapa saham freeprot mc morran naik? Salah satu artinya, Freeport ngak mau di beli murah, harus harga premium. Dimahalin setinggi tingginya. Lalu, mengapa team arbitrase internasional semua bela Freeport tidak ada yang mau di “hire” pemerintah Indonesia? Ok, sebaiknya anda jawab sendiri siapa yang bermain dan bagaimana memainkannya?

Mengapa mereka meminta “souverign gurantee”?

Dari berbagai informasi kita ringkas menjadi 3 pendekatan dari kacamata amerika. Ada 3 analisa utama: satu, Freeport ini barang “busuk” mau di jual mahal dengan “kuncian” dan “dandanan” sana sini. Kedua, Freeport ini barang bagus secara ekonomi, dan mau di lepas dengan harga super premium, toh nanti ngak bisa mengerjakan tambangnya seperti batu hijau Newmont setelah itu di jual murah dan di ambil balik lagi.

Ketiga barang ini barang sangat strategis. Jadi bukan economic approach melihatnya tetapi strategic approach. Freeport ternyata bukan coppernya, bukan goldnya yang penting tetapi mengandung uranium nya yang menjadi strategic.

Dan benarlah grassberg adalah tambang uranium terbesar didunia sehingga kalau lepas ke Indonesia apa lagi akan di berikan ke china yang terang-terangan di belakang indonesianya maka kendali “nuklir” dunia bisa berubah. Jadi “by all mean” amerika akan tidak mau melepas Freeport. Sehingga PP1 2017 ESDM, LBP, Jonan dan pemerintahan Jokowi adalah “nation threat” bagi amerika. Mungkinkah?

Kita melompat sebentar kepelajaran mendasar tentang “warfare”. “Instability” di sebuah kawasan adalah “product” operasi intelijen. Ketidak stabilan gonjang ganjing di sebuah wilayah adalah “sebuah operasi” intelijen. Tidak mungkin tdiak ada perancangnya dan tidak mungkin tidak bertujuan.

Ok, ini pastu mulai membuat pusing kepala sahabat semua, saya teruskan ya. Saat ini dunia tidak lagi membicarakan “perang” tetapi membicarakan “conflict”. Conflict ini di bagi dua. Satu, intra conflict (kekisruah di dalam negeri) dan inter conflict (kisruh dnegan luar negeri). Indonesia saat ini banyak “intra” conflict konflik di dalam negeri sendiri sesame anak negeri. Dan ini “product “sebuah operasi intelijen, pasti.

Baik sabar ya jangan langsung point finger, sabar sebentar. Pelajarannya baru mulai.

Jadi apa yang perlu di catat? Yang di catat adalah bahwa pada saat ini terjadi “changing character of conflict” di seluruh dunia.

Apa yang berubah? Pertama, yang berubah adalah “battle field” nya medan perangnya. Dari battle gound menjadi battle space. Dari medan perang, menjadi ruang perang. Ini semua beragam sehingga kita menyebutnya dengan nama “beyond tradisional battle field”.

Apa misalnya? Terjadinya “irregular warfare capabilities”. Seperti legal warfare, narco warfare dan banyak lagi.

Kita awam dan bingung dengan pergeseran bentuk perang ini, dan Freeport jelas-jelas dipersenjatai dengan “legal warfare” secara mutlak oleh pemerintah amerika.

Karena kapasitas perang china meningkat maka china juga melakukan maneuver baru yaitu dengan strategi colonialization 5th , kolonilisasi tahap 5. Ini bentuk non military warfare yang merupakan bagian dari” irregular warfare capabilities” yang di lakukan oleh china seperti di morowali. Itu wilayah Indonesia apa wilayah china jadinya sekarang? Sebaiknya tanya LBP deh urusan ini. sukses ya colinialisasi tahap 5Th nya. Saluuut.

Pak, itu smelter nickel ada di wilayah china apa Indonesia sih? Kok bendera china, warga china dan kita tidak mengerti strategi perang colonialization 5th grade ini. gitu kira-kira kita tanya nya? Setuju? Berani? Saya mah berani saja orang namanya juga si sontoloyo? Wahai LBP jawab hahaha.

Bagi amerika, semua asset, warga, barang milik amreika diluar amerika adalah instrument perang militer, military instrument warfare amerika. Bagi china, semua di luar china milik china adalah “instrument perang ekonomi” china.

Sejauh ini Indonesia hanya bengong saja ngak ngerti, “wondering what happen”.

Saya tanya ulang kepada seleuruh insan Indonesia tentang ke “nation interest” Indonesia mengambil Freeport dan di caploknya nickel morowali. Ini political gambit yang salah baca geopolitik atau ini economic gambit yang blunder?

Pasti pusing baca pelajaran geopolotik ini ya sahabat? Bener khan saya bilang pelajaran seperti ini, sangat sangat sangat tidak penting khan? Peminatnya sedikit sekali, sangat sedikit. Bahkan jauh lebih sedikit dari tulisan saya tentang ekonomi. Bener khan ya? Apa masih perlu di teruskan atau ganti topic yang popular saja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *